PERSPEKTA.ID – Pemanfaatan teknologi modern mulai diterapkan dalam sektor pertanian di Kabupaten Pohuwato. Salah satunya melalui penggunaan pesawat nirawak atau drone untuk mendukung penyemprotan hama dan penanaman padi.
Penerapan teknologi tersebut diperagakan di lahan Kelompok Tani Sejahtera, Desa Buntulia Utara, Kecamatan Buntulia, dan disaksikan langsung Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga, Kamis (30/7/2026).
Demonstrasi penggunaan drone itu dilakukan setelah Bupati menghadiri kegiatan Gerakan Tanam Serempak (Gertam) Padi dengan metode Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS).
Dalam demonstrasi tersebut, drone pertanian yang digunakan memiliki empat lengan. Masing-masing lengan dilengkapi dua baling-baling dan dua nozel penyemprotan. Drone tersebut juga dilengkapi tangki berkapasitas 22 liter serta baterai sebagai sumber tenaga penggerak.
Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga menyambut baik penerapan teknologi tersebut. Menurutnya, penggunaan drone menjadi salah satu langkah konkret dalam mendorong transformasi pertanian di Pohuwato agar lebih modern, efisien, dan produktif.
“Pemanfaatan teknologi seperti drone ini merupakan bagian dari transformasi pertanian modern yang terus kita dorong di Pohuwato. Dengan teknologi, pekerjaan petani menjadi lebih mudah, lebih cepat, dan biaya produksi dapat ditekan sehingga hasil yang diperoleh juga semakin maksimal,” ujar Saipul.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Pohuwato akan terus mendukung mekanisasi pertanian melalui penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pendampingan kepada kelompok tani agar mampu mengoptimalkan teknologi yang tersedia.
“Kita ingin petani Pohuwato tidak lagi tertinggal dalam pemanfaatan teknologi. Modernisasi pertanian harus menjadi budaya baru sehingga produktivitas meningkat, kualitas hasil panen semakin baik, dan pada akhirnya berdampak pada peningkatan pendapatan serta kesejahteraan petani. Ini juga menjadi bagian dari komitmen kita dalam mendukung program swasembada pangan nasional,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pohuwato Kamri Alwi mengatakan, saat ini pemerintah daerah memiliki lima unit drone pertanian yang dikelola melalui Brigade Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Dinas Pertanian.
Drone tersebut dapat dimanfaatkan untuk penyemprotan hama sekaligus mendukung penanaman padi dengan sistem tanam benih langsung (Tabela).
“Keunggulan penggunaan drone dalam pertanian antara lain lebih efisien dari sisi waktu, hemat penggunaan air, mengurangi kebutuhan tenaga kerja, serta menekan biaya operasional petani,” jelas Kamri.
Meski demikian, kata Kamri, pemanfaatan teknologi tersebut masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan operator yang memiliki kompetensi dalam mengoperasikan drone pertanian.
Karena itu, Dinas Pertanian Kabupaten Pohuwato terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai pelatihan agar seluruh unit drone dapat dimanfaatkan secara optimal.
Menurut Kamri, satu unit drone mampu menyelesaikan penyemprotan lahan seluas satu hektare dalam waktu sekitar 25 menit. Dalam kondisi cuaca yang mendukung, satu unit drone bahkan dapat menjangkau lahan hingga 60 hektare dalam sehari.
Dari sisi penggunaan air, teknologi tersebut juga dinilai lebih hemat. Untuk penyemprotan satu hektare lahan, kebutuhan air diperkirakan hanya sekitar 40 hingga 60 liter.
“Teknologi ini sangat membantu petani karena tidak perlu lagi melakukan penyemprotan secara manual dengan mengelilingi lahan. Selain lebih cepat dan hemat, pemanfaatan drone berbasis digital juga menjadi bagian dari upaya mendukung modernisasi pertanian menuju Indonesia sebagai lumbung pangan dunia tahun 2045,” tambah Kamri.













