Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Pemkab Pohuwato

RSUD Lemito Segera Diperkuat Dua Dokter Residen dari Unhas

8
×

RSUD Lemito Segera Diperkuat Dua Dokter Residen dari Unhas

Sebarkan artikel ini

PERSPEKTA.ID – RSUD Lemito Kabupaten Pohuwato dinyatakan layak menjadi tempat penempatan dokter residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Kepastian tersebut diperoleh setelah tim PPDS Fakultas Kedokteran Unhas melakukan visitasi selama dua hari, 8–9 September 2026, untuk menilai kesiapan sarana, prasarana, peralatan kesehatan, dan sumber daya manusia di RSUD Lemito.

Hasil visitasi menyepakati dua bidang spesialisasi yang akan ditempatkan pada tahap awal, yakni dokter residen Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) serta dokter residen Anestesi. Kedua dokter residen tersebut dijadwalkan mulai ditempatkan di RSUD Lemito pada awal Oktober 2026.

Hal tersebut disampaikan saat Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga menerima kunjungan tim Fakultas Kedokteran dan PPDS Unhas di Rumah Jabatan Bupati Pohuwato, Rabu (9/9/2026).

Tim Unhas yang hadir terdiri atas Prof. Dr. Firdaus Hamid, Ph.D., Sp.MK(K), selaku Kepala Pusat Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran Unhas; Prof. Dr. dr. Syafri Kamsul Arif, Sp.An-TI, KIC-KAKV, staf dosen Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif; Dr. dr. Nugraha Utama Pelupessy, Sp.OG(K), Ketua Program Studi Spesialis Obstetri dan Ginekologi; serta Nur Faradiba Putri Tahir, staf pengelola administrasi pendidikan dokter spesialis Fakultas Kedokteran Unhas.

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas surat Pemerintah Kabupaten Pohuwato terkait rencana kerja sama penempatan dokter spesialis atau dokter residen di RSUD Lemito.

Bupati Saipul A. Mbuinga mengapresiasi respons dan dukungan Fakultas Kedokteran Unhas dalam memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah barat Kabupaten Pohuwato.

“Pemerintah Kabupaten Pohuwato tentu sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kunjungan serta dukungan dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Ini merupakan langkah penting dalam upaya kami meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya di RSUD Lemito,” ujar Saipul.

Menurutnya, kehadiran dokter residen PPDS menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin lengkap, berkualitas, dan mudah dijangkau masyarakat.

“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penempatan dokter residen saja, tetapi dapat terus berkembang. Kehadiran tenaga dokter spesialis nantinya akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, terutama masyarakat di wilayah barat Kabupaten Pohuwato yang membutuhkan pelayanan kesehatan secara cepat dan berkualitas,” jelasnya.

Selain mendatangkan dokter residen, Pemkab Pohuwato juga berencana mendorong dokter umum asal daerah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang spesialis melalui jalur afirmasi maupun jalur kebutuhan daerah.

Saipul mengatakan, langkah tersebut penting agar kebutuhan dokter spesialis di Pohuwato dapat dipenuhi secara berkelanjutan.

“Kami akan terus mendorong dan memfasilitasi dokter-dokter umum asal Pohuwato yang memiliki keinginan melanjutkan pendidikan spesialis dan setelah itu kembali mengabdi di daerah,” katanya.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak ingin selamanya bergantung pada tenaga spesialis dari luar daerah. Karena itu, putra-putri daerah perlu dipersiapkan untuk menempuh pendidikan spesialis sehingga nantinya dapat kembali memberikan pelayanan kepada masyarakat Pohuwato.

Kepala Tata Usaha RSUD Lemito, Fendry Nur, SKM, M.Si., menjelaskan bahwa dari tiga kebutuhan dokter residen yang sebelumnya diajukan, yakni Obgyn, Bedah, dan Anestesi, pada tahap awal baru dua yang mendapatkan persetujuan.

“Dengan adanya kunjungan tim ini, mereka melihat apakah layak sarana, prasarana, alat kesehatan, dan SDM yang ada di RSUD Lemito untuk mendukung penempatan dokter spesialis atau dokter residen PPDS di RSUD Lemito,” jelas Fendry.

Visitasi dilakukan terhadap sejumlah layanan rumah sakit, mulai dari rawat jalan, Instalasi Gawat Darurat (IGD), Instalasi Bedah Sentral, ICU, NICU, ruang perawatan kebidanan, laboratorium, hingga farmasi.

“Alhamdulillah, setelah dilakukan visitasi terhadap beberapa layanan, tim bersepakat dan memutuskan bahwa RSUD Lemito layak untuk ditempatkan dokter residen Obgyn dan residen Anestesi,” ungkapnya.

Fendry menyebut kehadiran dua dokter residen tersebut akan memberikan dampak positif terhadap pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di wilayah barat Pohuwato.

“Ini merupakan berkah bagi kita di Kabupaten Pohuwato. Insyaallah awal Oktober nanti RSUD Lemito akan ketambahan dokter kandungan atau Obgyn dan dokter Anestesi. Sehingga pelayanan kebidanan, kamar bedah atau sectio, pelayanan ICU dan NICU dengan penggunaan ventilator sudah dapat dilakukan di RSUD Lemito,” jelasnya.

Dengan tambahan tenaga tersebut, pelayanan medis di RSUD Lemito diharapkan semakin optimal, termasuk pelayanan kebidanan dan tindakan operasi selama 24 jam.

Sebelumnya, RSUD Lemito telah mendapatkan dokter residen Anak dari Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado.

Fendry mengatakan, pemerintah daerah dan pihak rumah sakit selanjutnya akan berupaya mendatangkan dokter residen Bedah.

“Ke depan, di tahun 2027, kita akan upayakan untuk residen Bedah, sehingga empat keahlian dasar, yakni Obgyn, Bedah, Penyakit Dalam, dan Anak, sudah ada di RSUD Lemito,” pungkasnya.

Dengan bertambahnya tenaga dokter residen tersebut, RSUD Lemito diharapkan semakin mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif bagi masyarakat, khususnya warga di wilayah barat Kabupaten Pohuwato, sehingga kebutuhan pelayanan medis dapat ditangani lebih dekat tanpa harus selalu dirujuk ke luar daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *