Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Pemkab Pohuwato

Hadapi Potensi Gempa dan Tsunami, Pemkab Pohuwato Cetak Generasi Tanggap Bencana

19
×

Hadapi Potensi Gempa dan Tsunami, Pemkab Pohuwato Cetak Generasi Tanggap Bencana

Sebarkan artikel ini

PERSPEKTA.ID – Pemerintah Kabupaten Pohuwato terus memperkuat budaya kesiapsiagaan bencana sejak usia dini. Hal itu ditandai dengan pelaksanaan Sosialisasi dan Simulasi Penanggulangan Bencana bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Pohuwato yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam, di Teater Terbuka Pantai Pohon Cinta, Marisa, Rabu (5/8/2026).

Disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Iwan Adam, pelatihan kader sosialisasi penanggulangan bencana merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, terutama generasi muda, terhadap berbagai ancaman bencana seperti gempa bumi, tsunami, banjir, maupun kebakaran.

Menurutnya, edukasi kebencanaan tidak hanya berorientasi pada kemampuan menyelamatkan diri, tetapi juga membangun karakter kepedulian sosial, keberanian, dan semangat gotong royong saat menghadapi kondisi darurat.

“Ketika bencana terjadi, yang paling utama adalah menyelamatkan diri dengan benar, kemudian membantu orang lain apabila memungkinkan. Nilai kebersamaan dan kepedulian seperti inilah yang ingin kita tanamkan kepada generasi muda,”ungkapnya

Selanjutnya, Iwan berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak wilayah di Kabupaten Pohuwato sehingga semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan menghadapi situasi darurat.

“Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bahwa kesiapsiagaan dan edukasi mampu meminimalkan risiko serta menyelamatkan lebih banyak jiwa saat bencana terjadi,”tuturnya

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Sadrin Hasan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Pohuwato melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya kalangan pelajar, terhadap potensi bencana gempa bumi dan tsunami.

Ia mengatakan, sosialisasi dan simulasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman mengenai karakteristik gempa bumi dan tsunami, langkah penyelamatan diri sebelum, saat, dan setelah bencana, menumbuhkan budaya sadar bencana di lingkungan sekolah, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam pengurangan risiko bencana.

“Sebanyak 250 siswa kelas IX dari SMP di Kecamatan Marisa, Buntulia, dan Duhiadaa mengikuti kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut. Kegiatan juga melibatkan perwakilan Baznas Pohuwato,”imbuhnya

Sadrin menambahkan, program sosialisasi dan simulasi akan dilaksanakan secara bertahap di sejumlah wilayah lain di Kabupaten Pohuwato, meliputi kawasan Dengilo–Paguat, Randangan–Patilanggio, Taluditi, hingga Wanggarasi, Lemito, dan Popayato serumpun.

“Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari BMKG Provinsi Gorontalo, BPBD Provinsi Gorontalo, dan BPBD Kabupaten Pohuwato. Materi yang diberikan meliputi pengenalan risiko gempa bumi dan tsunami, upaya mitigasi struktural maupun nonstruktural, prosedur evakuasi, pemanfaatan informasi peringatan dini, hingga simulasi penyelamatan diri apabila terjadi bencana,”pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *